{"id":348,"date":"2024-09-16T09:05:24","date_gmt":"2024-09-16T09:05:24","guid":{"rendered":"https:\/\/chocochiz.com\/artikel\/?p=348"},"modified":"2024-09-16T09:32:03","modified_gmt":"2024-09-16T09:32:03","slug":"pemasaran-lewat-influencer-jadi-strategi-yang-dominan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/chocochiz.com\/artikel\/pemasaran-lewat-influencer-jadi-strategi-yang-dominan\/","title":{"rendered":"pemasaran lewat influencer jadi strategi yang dominan,"},"content":{"rendered":"\n<p>Saat ini, <strong>pemasaran lewat influencer<\/strong> jadi strategi yang dominan, terutama di Instagram. Tapi, nggak semua kampanye influencer sukses. Kenapa? Salah satu faktornya adalah <strong>kongruensi<\/strong>\u2014alias kesesuaian\u2014antara <strong>influencer, produk, dan konsumen<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Nah, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam membangun strategi pemasaran influencer biar hasilnya maksimal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Kesesuaian Influencer &amp; Produk Itu Kunci!<\/h3>\n\n\n\n<p>Ketika influencer mempromosikan produk yang <strong>sesuai dengan citra<\/strong> dan gaya mereka, konsumen lebih mudah percaya. Mereka merasa produk itu <strong>&#8220;cocok&#8221;<\/strong> dan sesuai dengan kebutuhan atau minat mereka. Jadi, persepsi positif tentang produk langsung kebentuk.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebaliknya, kalau ada <strong>ketidaksesuaian<\/strong> antara influencer dan produk, konsumen bisa bingung. Alih-alih tertarik, malah bikin mereka <strong>ragu<\/strong> untuk beli.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Pengaruh Hubungan Influencer &amp; Followers<\/h3>\n\n\n\n<p>Hubungan dekat antara influencer dan followers juga nggak kalah penting. Influencer yang punya <strong>kesamaan minat dan nilai<\/strong> dengan followers mereka, lebih mudah memengaruhi perilaku pembelian.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalau followers merasa ada <strong>koneksi personal<\/strong> dengan influencer, mereka cenderung lebih percaya dengan rekomendasi yang diberikan. Ini yang bikin niat beli jadi meningkat!<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Kesesuaian Konsumen &amp; Produk<\/h3>\n\n\n\n<p>Terakhir, jangan lupakan kongruensi antara <strong>konsumen dan produk<\/strong>. Kalau produk yang dipromosikan memang benar-benar sesuai dengan kebutuhan atau lifestyle audiens, dijamin lebih banyak yang tertarik untuk mencoba!<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, sebelum asal pilih influencer untuk bisnismu, pastikan influencer tersebut punya <strong>citra yang sejalan<\/strong> dengan produk yang akan dipromosikan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p>Itulah alasan kenapa penting banget memperhatikan kesesuaian di setiap elemen strategi pemasaran influencer!<\/p>\n\n\n\n<p>4o<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat ini, pemasaran lewat influencer jadi strategi yang dominan, terutama di Instagram. Tapi, nggak semua kampanye influencer sukses. Kenapa? Salah satu faktornya adalah kongruensi\u2014alias kesesuaian\u2014antara influencer, produk, dan konsumen. Nah, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam membangun strategi pemasaran influencer biar hasilnya maksimal. 1. Kesesuaian Influencer &amp; Produk Itu Kunci! Ketika influencer mempromosikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":349,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"tdm_status":"","tdm_grid_status":"","footnotes":""},"categories":[3,7],"tags":[],"class_list":{"0":"post-348","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-bisnis","8":"category-life"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/chocochiz.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/348","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/chocochiz.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/chocochiz.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chocochiz.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chocochiz.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=348"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/chocochiz.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/348\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":350,"href":"https:\/\/chocochiz.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/348\/revisions\/350"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/chocochiz.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media\/349"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/chocochiz.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=348"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/chocochiz.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=348"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/chocochiz.com\/artikel\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=348"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}